Story of My Ied Mubarak 2023
Seperti halnya dengan Lebaran-lebaran sebelumnya, lebaran tahun ini tentunya paling baik jika dilakukan dengan berkumpul bersama keluarga.
Lebaran atau idul fitri merupakan momentum yang pas bagi kita untuk dapat berkumpul dengan keluarga yang sebelumnya mungkin sulit dilakukan di hari-hari biasa.
Disaat lebaran, kita dapat saling maaf-memaafkan antar keluarga, bercanda gurau, makan bersama, hingga melakukan hal-hal yang belum tentu bisa dilakukan bersama.
Meski berada di tempat tinggal yang jauh dengan orang tua dan keluarga tidak menghilangkan semangatku untuk dapat berlebaran bersama mereka.
Aku menempuh waktu lebih dari 6 jam bersama dengan motor merahku untuk kembali ke kampung halaman guna merayakan hari besar bagi umat Islam ini. Hal ini alu lakukan karena bagiku lebaran bersama keluarga adalah hal yang sangat penting dan harus aku lakukan tiap tahunnya.
Disaat hari lebaran tiba, aku langsung melakukan ritual sungkem kepada kedua orang tuaku. Ini merupakan tradisi turun-temurun keluarga besarku yang dilakukan dengan tujuan meminta maaf kepada yang lebih tua terhadap dosa yang pernah kita lakukan.
Acara sungkeman ini dilakukan secara hikmat dan penuh dengan air mata mengingat kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan sekaligus kerinduan yang terbalaskan dengan hadirnya seluruh anggota keluarga dalam lebaran yang membuat air mata bercucuran.
Setelah acara sungkeman selesai, kegiatan lebaran dilakukan dengan kumpul bersama keluarga besar. Disini, kami saling mengobrol, bercanda gurau, berfoto bersama, dan masih banyak lagi.
Tak hanya itu, anak-anak yang ada dalam keluarga besar nenekku pun mendapatkan beberapa THR yang diberikan oleh Bibi, Paman, dan Nenekku. Btw, aku masih dapat THR lho, xixii.
Setelah acara kumpul-kumpul selesai, kami sekeluarga besar pergi ke tempat saudara-saudara lainnya. Namun sayang, aku tidak ikut karena kepalaku tiba-tiba pusing dan memaksaku untuk istirahat dirumah.